
Kapal selam kelas Scorpène, yang dikembangkan oleh Naval Group dari Prancis bekerja sama dengan Navantia dari Spanyol, mewakili kemajuan besar dalam peperangan bawah laut modern.
Dirancang untuk operasi siluman, kapal selam diesel-listrik ini dilengkapi dengan teknologi canggih yang membuatnya sulit dideteksi dan sangat efektif dalam misi serangan serta pengintaian.
Spesifikasi Teknis
- Panjang: Berkisar antara 61,7 m (versi CM-2000) hingga 70 m (versi AM-2000 dengan AIP).
- Bobot Selam: Sekitar 1.870 ton.
- Kedalaman Operasi Maksimum: Hingga 300 meter.
- Kecepatan Selam: 20 knot.
- Daya Jangkau: Hingga 45 hari, tergantung versi dan profil misi.
- Awak: Sekitar 31 hingga 35 personel.
- Persenjataan: Enam tabung torpedo 533 mm, mampu meluncurkan torpedo, rudal anti-kapal SM-39 Exocet, dan ranjau laut.
- Sistem Propulsi: Mesin diesel-listrik, dengan opsi propulsi independen udara (AIP) pada versi AM-2000.

Operator Saat Ini dan Masa Depan
Brasil: Membeli empat kapal selam kelas Scorpène yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Brasil dan dinamai kelas Riachuelo. Yang pertama, S40 Riachuelo, diluncurkan pada 2018.
India: Dalam program Proyek 75, India membangun enam kapal selam kelas Scorpène, dengan kapal pertama INS Kalvari diresmikan pada 2017.
Chili: Mengoperasikan dua kapal selam kelas Scorpène sejak 2005 dan 2006.
Malaysia: Memiliki dua kapal selam kelas Scorpène yang mulai dioperasikan pada 2009.
Indonesia: Telah menandatangani kontrak untuk mengakuisisi dua kapal selam versi “Scorpène Evolved” yang dilengkapi baterai lithium-ion, dengan rencana pembangunan secara lokal.
Argentina: Sedang dalam negosiasi untuk membeli tiga kapal selam kelas Scorpène, dengan investasi diperkirakan mencapai US$ 2 miliar.
Fakta Menarik
**Teknologi Propulsi AIP**: Versi AM-2000 menggunakan sistem MESMA (Module d’Energie Sous-Marine Autonome), yang memungkinkan kapal beroperasi di bawah air lebih lama tanpa harus muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai.
Versi Brasil (S-BR): Disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Brasil, dengan badan kapal diperpanjang untuk menampung lebih banyak baterai, memberikan daya jangkau lebih jauh.
Kemampuan Siluman: Dirancang untuk mengurangi jejak akustik, magnetik, dan termal sehingga sulit dideteksi oleh sonar musuh.
Kemampuan Serangan: Selain torpedo, kapal ini mampu meluncurkan rudal anti-kapal SM-39 Exocet untuk meningkatkan kekuatan serangan terhadap target di permukaan.
Kapal selam kelas Scorpène menonjol berkat kombinasi antara siluman, daya jangkau, dan kekuatan tembaknya — pilihan strategis bagi angkatan laut yang ingin memodernisasi kekuatan bawah laut mereka dengan teknologi mutakhir.

Sumber dan gambar: Naval Group | Wikipedia | Naval Technology | Globalmilitary.net. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
