
Angkatan Bersenjata Ukraina telah menangkap dua warga negara Tiongkok yang bertempur bersama pasukan Rusia di wilayah Donetsk, wilayah Ukraina yang saat ini berada dalam konflik.
Informasi ini dikonfirmasi oleh otoritas di Kyiv, yang juga menyatakan bahwa para tahanan membawa dokumen identitas, kartu bank, dan data pribadi.
Menurut pemerintah Ukraina, terdapat indikasi bahwa jumlah warga negara Tiongkok yang terlibat dengan pasukan pendudukan bisa lebih banyak, dan saat ini pihak berwenang sedang mengumpulkan lebih banyak bukti. Unit intelijen, Dinas Keamanan Ukraina (SBU), dan tim Angkatan Bersenjata sedang melakukan investigasi dan operasi terkait kasus ini.
Dalam pernyataan resminya, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Ukraina untuk segera menghubungi Beijing guna meminta klarifikasi tentang bagaimana pemerintah Tiongkok akan merespons keterlibatan warganya dalam perang.
Militares ucranianos capturam cidadãos chineses combatendo ao lado da Rússia em Donetsk
As Forças Armadas da Ucrânia capturaram dois cidadãos chineses que estavam combatendo ao lado das tropas russas na região de Donetsk, território ucraniano atualmente em conflito.
— VBR news / STD (@VerborumO) April 8, 2025
“Keterlibatan langsung atau tidak langsung Tiongkok dalam perang ini adalah tanda jelas bahwa Putin bersedia melakukan apa pun — kecuali mengakhiri konflik. Dia mencari cara untuk memperpanjang pertempuran. Ini memerlukan respons. Respons dari Amerika Serikat, dari Eropa, dan dari semua pihak di dunia yang menginginkan perdamaian,” ujar Zelensky.
Dua warga negara Tiongkok yang ditangkap saat ini berada dalam tahanan Dinas Keamanan Ukraina. Penyelidikan masih terus berlangsung.
Sumber dan gambar: Kanal resmi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
